TANGERANG,16NEWS-Di tengah maraknya aksi kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tangerang mendeklarasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) pada rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Deklarasi BSAN dilaksanakan di SMK Kuta Bumi 1 Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Rabu, (15/7/2026).
Kepala SMK Kuta Bumi 1, Yuningsih membacakan naskah deklarasi sebagai bentuk wujud komitmen menolak aksi kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. Ia menekankan dalam deklarasinya untuk menjamin keamanan dan menciptakan kenyamanan di lingkungan sekolah.
"Kami berkomitmen untuk menjaga lingkungan sekolah, menjamin keamanan dan menciptakan kenyamanan," ujarnya dalam pembacaan naskah deklarasi BSAN.
Deklarasi BSAN ini dilaksanakan dalam rangkaian agenda MPLS SMK Kuta Bumi 1 dan diikuti oleh sekolah lainnya, diantaranya SMK Pantura 1, SMK Mathlaul Anwar Buaran Jati, SMK Bipta dan SMK Kusuma Bangsa.
masing-masing perwakilan sekolah menandatangani komitmen menolak kekerasan pada spanduk berukuran 1x2 meter.

Kepala Seksi SMK dan SKh pada Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi yang hadir di lokasi mengatakan bahwa komitmen menolak kekerasan adalah bentuk tanggung jawab sekolah dalam mengimplementasikan amanat Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Ia menjelaskan bahwa BSAN bukan sekedar slogan melainkan sikap dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara praktis.
"Sekolah harus memastikan lingkungannya aman dan nyaman untuk belajar, maka dari itu semua wajib menjalankan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman," ungkapnya.
Untuk diketahui, BSAN menjadi salah satu tolok ukur pelaksanaan kegiatan MPLS karena di dalamnya memuat materi-materi yang mendorong murid untuk tidak melakukan aksi kekerasan atau perundungan. Bahkan, tak hanya murid tetapi juga seluruh warga sekolah lainnya.
Hal senada dikatakan Pengawas SMK Kabupaten Tangerang, Sunarti mengatakan pihaknya akan selalu mendampingi sekolah dalam melaksanakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. "Kami akan dampingi sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan ini (budaya aman dan nyaman)," terangnya.
Selain murid SMK, peserta kegiatan deklarasi BSAN ini diikuti oleh murid SMA dan MTs di lingkungan yayasan Nurul Falah. Jumlah peserta yang mendeklarasikan sekitar 1000 lebih.
Di akhir kegiatan juga dilakukan monitoring dan pemantauan pelaksanaan MPLS di beberapa sekolah secara daring.










LEAVE A REPLY